11 Tips Mengembangan Bisnis UMKM di Era Digital

By Penulis

Mengembangkan bisnis UMKM di era digital memang menantang, tetapi dengan strategi yang tepat, peluang untuk sukses sangat besar. Caranya bisa dengan membangun kehadiran online yang kuat, manfaatkan media sosial dan marketplace, gunakan iklan online, tingkatkan layanan pelanggan, analisis data, dan terus berinovasi. Ini penjelasannya.

11 Tips Mengembangkan UMKM yang Tepat dan Ber-impact

Di era digital saat ini, bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang dan bersaing dengan bisnis besar. 

Apalagi saat ini teknologi digital sudah mampu memberikan berbagai macam alat dan platform yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan jangkauan, efisiensi, dan keuntungan bisnis. 

Nah, berikut tips yang dapat membantu UMKM dalam mengembangkan bisnis di era digital:

1. Bangun Online Presence yang Kuat

Kehadiran online atau online presence yang kuat adalah kunci sukses dalam bisnis di era digital. Hal pertama yang perlu kamu lakukan, buatlah website profesional yang mencerminkan identitas dan nilai bisnis kamu. 

Website ini berfungsi sebagai toko online yang selalu buka selama 24 jam. Pastikan website kamu mobile-friendly karena sebagian besar pengguna internet mengakses informasi melalui perangkat seluler.

Selain itu, optimalkan website kamu dengan teknik SEO (Search Engine Optimization) agar mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui mesin pencari seperti Google. 

Gunakan kata kunci yang relevan dengan bisnis kamu, buat konten yang berkualitas, dan pastikan kecepatan loading website kamu cepat.

2. Manfaatkan Media Sosial

Media sosial adalah alat yang sangat efektif untuk berinteraksi dengan pelanggan dan membangun brand awareness

Pilih platform media sosial yang paling sesuai dengan target pasar kamu, seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau LinkedIn. Buat konten yang menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik audiens kamu.

Jangan hanya fokus pada promosi produk, tetapi juga berikan konten edukatif dan inspiratif yang dapat meningkatkan engagement dengan followers kamu. 

Gunakan fitur-fitur seperti Instagram Stories, Facebook Live, dan Twitter Polls untuk berinteraksi secara langsung dengan audiens.

3. Dapatkan Informasi dari Ahlinya

UMKM cenderung menjalankan bisnis tanpa menerapkan strategi dunia usaha. Apapun yang dilakukan bahkan kadang cuma berdasarkan insting dan keberuntungan.

Jika dijalankan seperti itu secara terus-menerus, bisnis UMKM jelas tak akan berkembang dan bahkan jalan di tempat. Kamu tentu tak mau itu terjadi dalam jangka panjang, bukan? 

Untuk itulah kamu perlu mendapatkan informasi dari ahlinya, misalnya berkonsultasi dengan pakar di bidang bisnis. Bersama mereka, kamu bisa merencanakan visi dan misi usaha UMKM serta bisa menerapkan strategi membangun bisnis autopilot.

4. Bergabunglah dengan Marketplace dan E-commerce

Marketplace dan platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Lazada dapat menjadi saluran penjualan tambahan yang sangat efektif. 

Dengan bergabung di marketplace, produk kamu dapat dilihat oleh jutaan pengguna yang aktif mencari barang di platform tersebut.

Pastikan kamu mengoptimalkan tampilan produk dengan foto berkualitas tinggi dan deskripsi yang jelas serta informatif. 

Selain itu, perhatikan juga penilaian dan ulasan dari pelanggan, karena hal ini sangat mempengaruhi reputasi toko kamu di marketplace.

5. Miliki Mentor untuk Menghemat Biaya dan Waktu

Memiliki mentor juga bisa menjadi cara efektif untuk mengembangkan bisnis UMKM di era digital. Mentor yang berpengalaman dalam mengembangkan bisnis dapat membimbing kamu dari mulai membangun hingga mengembangkan bisnis UMKM.

Cara ini juga bisa menghemat biaya operasional dan waktu yang kamu habiskan untuk menjalankan bisnis. Kamu tidak perlu lagi menerka-nerka dan mencoba strategi yang belum tentu berhasil. 

6. Terapkan Digital Marketing dan Iklan Online

Strategi pemasaran digital seperti iklan Google Ads, Facebook Ads, dan Instagram Ads dapat membantu meningkatkan visibilitas bisnis kamu secara signifikan. 

Menggunakan iklan berbayar memungkinkan kamu menargetkan audiens yang lebih spesifik berdasarkan demografi, minat, dan perilaku mereka.

Selain itu, manfaatkan juga teknik email marketing untuk menjalin hubungan yang lebih personal dengan pelanggan. Kirimkan newsletter secara rutin dengan konten yang relevan dan menarik untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

7. Kelola Keuangan

Kesalahan yang kerap terjadi dalam bisnis UMKM adalah kontrol finansial yang lemah. Mereka bahkan biasanya mencampuradukkan keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi.

Akibatnya, omzet dan profit tak bisa diperhitungkan dengan benar dan tepat. Di sinilah letak pentingnya memiliki ilmu mengelola keuangan. 

Nah, agar bisnis bisa berkembang, mau tidak mau kamu harus bisa mengelola keuangan usaha dengan baik. Hitung modal hingga laba-rugi, termasuk hutang-piutang usaha. 

Dengan cara ini, bisnis UMKM akan bisa mendapatkan pengelolaan finansial yang lebih stabil dan disiplin. 

8. Memperkuat Sistem Usaha

Bisnis yang terpercaya tentu harus punya sistem usaha yang kuat dan stabil. Menerapkan strategi meminimalkan dan mencegah terjadinya fraud di perusahaan sangat bagus dilakukan demi terbentuknya sistem yang kuat ini. 

Seperti yang diketahui, banyak UMKM mempekerjakan karyawan secara serabutan, sehingga diperlukan pengaturan kalau memang ingin berkembang. 

Meskipun masih berupa bisnis skala kecil, jika dikelola dan dikembangkan dengan efektif maka UMKM akan mampu bersaing di pasar yang luas dan makin berkembang pesat.

9. Meningkatkan Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis UMKM. 

Di era digital, kamu bisa memanfaatkan berbagai alat dan platform untuk meningkatkan layanan pelanggan, seperti live chat, chatbot, dan media sosial. 

Pastikan respon terhadap pertanyaan dan keluhan pelanggan cepat dan solutif.

Jangan lupa untuk selalu mendengarkan feedback dari pelanggan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan kamu. 

Layanan pelanggan yang baik akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya akan membantu bisnis kamu berkembang.

10. Analisis Data dan Pemanfaatan Teknologi

Di era digital, data adalah aset yang sangat berharga. Manfaatkan berbagai alat analisis data untuk memahami perilaku pelanggan, tren pasar, dan performa bisnis kamu. 

Google Analytics, Facebook Insights, dan tools analitik lainnya dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana cara mengoptimalkan strategi pemasaran dan operasional bisnis kamu.

Selain itu, jangan ragu untuk memanfaatkan teknologi terbaru seperti cloud computing, aplikasi manajemen bisnis, dan software akuntansi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis kamu. 

Teknologi ini dapat membantu kamu dalam mengelola stok, transaksi, laporan keuangan, dan berbagai aspek operasional lainnya secara lebih mudah dan efektif.

11. Berinovasi dan Terus Belajar

Dunia digital selalu berubah dengan cepat. Untuk tetap bersaing, bisnis UMKM harus terus berinovasi dan belajar. 

Ikuti perkembangan tren terbaru di industri kamu dan selalu siap untuk beradaptasi dengan perubahan. Jangan takut untuk mencoba hal baru, baik itu produk, layanan, atau strategi pemasaran.

Berpartisipasilah dalam komunitas bisnis dan acara-acara networking untuk mendapatkan wawasan baru dan memperluas jaringan bisnis kamu. 

Kamu juga bisa mengikuti kursus online, webinar, dan membaca buku atau artikel yang relevan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kamu dalam mengelola bisnis di era digital.

Peluang Bisnis UMKM

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu penggerak perekonomian Indonesia. Terutama di kala pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, UMKM dianggap tetap mampu bertahan. 

Tentu agar makin berkembang, UMKM harus mulai mempertimbangkan pentingnya menggunakan konsultan bisnis.

Sekadar informasi, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020 menyebutkan kalau ada sekitar 64 juta pelaku UMKM di Indonesia. Kendati 30% di antaranya terdampak wabah corona, Rully Indrawan selaku Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM kepada Liputan6 menyebutkan kalau 50-70% sisanya mampu menciptakan inovasi untuk bertahan.

Demi bisa terus berkembang dan berinovasi, UMKM jelas membutuhkan bantuan dari tenaga profesional, seperti konsultan bisnis, supaya bisa mengembangkan ide, memperluas bisnis, dan mengontrol penghasilan secara tepat. 

Bukan tak mungkin lewat upaya ini, UMKM dapat naik kelas dan menjadi unit bisnis besar. 

Contohnya, peluang bisnis kopi di Indonesia cukup menjanjikan, namun karena pelakunya banyak, maka tentu perlu strategi bisnis yang tepat. 

Konsultan bisnis biasanya bisa membantu memberi masukan terkait hal-hal penting yang perlu dilakukan, mulai dari mendapatkan modal, mengelola modal, produksi, cara mengelola keuangan, peningkatan penjualan,  mengatasi tantangan bisnis global, dan sebagainya.

 

Tentunya agar cara-cara yang sudah dibahas di atas dapat kamu manfaatkan secara maksimal, tak ada salahnya kamu berkonsultasi dengan ahli, misalnya menggunakan jasa konsultan mengembangkan bisnis. Atau bisa juga kamu terus belajar sendiri dengan banyak membaca artikel dan buku tentang bisnis.